Cerpen Remaja

LABUHAN HATIKU
Oleh Ridho Masela

“Dev gua pengen ketemu ama elo jam 14.30 siang ini di taman deket sekolah, deket air mancur ya! By Beby”

Sebuah tulisan dalam kertas yang ditempel pada mading sekolah menengah atas.

“Dev, elo punya masalah apa ma Beby ?” Tanya seorang pria berseragam yang baru masuk ke ruang kelas.

“Kagak, emang kenapa ?” Tanya Devly bingung.

“Beby ngajakin elo ketemuan siang ini juga dan yang paling parah lagi ajakan itu ditulis pada mading sekolahan kita.”

“Masa sih ?” Devly terlihat cuek.

“Ya udah elo liat aja.” Devly pun beranjak dari bangkunya dan pergi menuju mading sekolah bersama Andy temanya itu, tak ama kemudian merekapun sampai di depan mading sekolah yang telah dikerumi oleh murid murid. Devly merasa heran dan dia pun mengeluarkan sebuah phonsel dari dalam kantong celananya.

“Yen kamu lagi ama Beby gak..?” (isi pesan singkat yang ditujukan kepada Yeyen teman satu sekolahnya, Yen juga adalah teman baik Beby).

Di sisi lain Beby, Yeyen, Ghes, Mila sedang berkumpul. Tiba tiba ponsel Yeyen berbunyi dan diambilah ponselnya dari dalam tas dan terlihat dilayar ponsel tertulis pesan dari Devly, Yeyen tak menghiraukan pesan dari Devly dan menaruh kembali hpnya kedalam tas.

“Sms dari siapa Yen..? kok gak di bales..!” Tanya Beby pada Yeyen.

“Adik gua minta dibeliin coklat pulang nanti!” Jawab Yeyen terlihat sedikit grogi karena telah berbohong.

“Beb.., elo serius mau nembak Devly ?” Tanya Ghes.

“Ya iya lah, soalnya gua bener bener suka ma dia.”

“Emangnya elo gak malu apa..?” Mila ikut ikutan berbicara sedangkan Yeyen terlihat lesu.

“Kenapa harus malu..?” jawab Yeyen enteng sambil tersenyum bahagia.

“Gimana kalo elo ditolak..? kacamata buktikan, dia tu kan bisa dibilang cowok terkeren di sekolah kita ini!” Tanya Ghes kembali.

“Gak tau..!” Jawab Beby pelan dan terlihat sedikit melemah.

“Bener tu gimana kalo elo ditolak mentah mentah..! elo tu selalu nekat ya..!” Ceplos Mila. Beby masih terlihat diam.

“Ah, kenapa kalian pada ngomong gitu..!” Beby terlihat lesu.

“eh sory, gua gak maksud ngomong gitu” Sahut Mila sambil menempelkan tangannya dimulut.

“Yen ko diem aja..? Apa pendapat elo dengan tindakan konyol Beby?” Tanya Mila pada Yeyen yang masih diam.

“Aku gak punya pendapat apa apa, buat aku selama tindakan Beby bisa buat dia bahagia aku akan setuju aja” Jawab Yeyen sambil sedikit tersenyum.

“I love you Yeyen!” teriak  pada Beby dengan raut wajah gembira.

Yeyen  tersenyum. Yeyen mengeluarkan ponsel dari dalam tas nya dan tiba tiba membalas pesan singkat dari Devly.

“Tolong jaga perasaan Beby.” (Pesan yang dikirim pada Devly).

Orang orang yang mengerumuni mading terlihat sudah pergi dan hanya ada Devly dan Andy saja. Pesan balasan dari Yeyen telah diterima. Devly langsung mengambil ponselnya dan langsung membukanya. Wajah Devly terlihat bingung setelah menerima pesan dari Yeyen lalu dibalasnya kembali pesan tersebut.

“Apa maksudnya Yen..?” isi pesan balasan Devly buat Yeyen.

Tak lama kemudian bel sekolah berbunyi nyaring, Tengggggg tennnnnggggggg Bunyi lonceng masuk sekolah pun bergema.

“Cabut yuk Ndy..!” ajak Devly untuk Andy sembari menunggu balasan pesan dari Yeyen. Devly dan Andy mulai pergi menuju ruang kelasnya. Devly masih menunggu balasan pesan dari Yeyen yang sampai kegiatan belajar selesai masih juga belum ada balasan.

****

Setelah cukup lama berada diruang kelas bel istirahat berbunyi para murid pergi untuk istirahat begitu pula Devly, Andy, Yeyen, Baby, Mila dan Ghes.

“Guys kita istirahat di samping lapang olahraga aja ya..!” ajak Beby kepada temanya.

“Kayak biasa ke kantin duluan“ Ucap Ghes sambil melihat wajah Beby.

“Ya iya lah kaya biasa aja.” Jawab Beby sambil pergi meninggalkan ruang kelasnya.

“Beby gua mau ke toilet dulu, kalian duluan aja ya!” Ucap Yeyen sambil pergi meninggalkan mereka.

“Jangan lama lama ya..!” teriak Beby pada Yeyen. Yeyen menoleh sambil mengacungkan jempol tangan nya.

Merekapun bepisah, Yeyen pergi ke toilet sedangkan yang lainnya pergi ke kantin untuk membeli beberapa makanan. Sepulang dari toilet Yeyen bertemu Devly, tapi Yeyen pura-pura tak melihatnya, Devly teriak memanggil  nama Yeyen tapi Yeyen tak menghiraukanya. Devly berlari mengejar Yeyen dan Yeyen pun terkejarnya.

“Hei kenapa gak nunggu aku, padahal daritadi aku teriak teriak manggil nama kamu!” ucap Devly sambil tersenyum.

“Sorry gua gak denger!” jawab Yeyen bernada judes sambil pergi. Devly menghalau Yeyen untuk pergi.

“Kenapa sih, kamu kok berubah banget semenjak aku pindah sekolah ke ini.”

Yeyen masih berusaha pergi meninggalkan Devly dan tak menghiraukan pertanyaannya. Devly memegang tangan Yeyen dan menariknya pergi.

“Lu mau bawa gua kemana Dev..?” Tanya Yeyen sambil berusaha melapaskan tanganya dari cengkraman Devly.

“Gua pengen ngomong sesuatu sama elo  tapi gak di sini.”

“Kenapa berubah? kenapa dia manggil gua dengan kata lo padahal biasanya kamu..!” Ucap Yeyen dalam hati.

“Ya tapi gak usah tarik tarik tangan segala dong!”

Devly tak menghiraukan ucapan Yeyen sampai akhirnya mereka sampai pada suatu tempat yang tak banyak dikunjungi murid murid. Devly masih memegang tangan Yeyen.

“Lo mau ngomong apa..?” Teriak Yeyen pada Devly.

Devly menatap wajah Yeyen dan masih memegang tanganya.” lo kenapa?“ Tanya Devly sambil melepaskan cengkraman tanganya.

“Kenapa apanya maksud lo?” Tanya Yeyen pura pura tak mengerti sambil mengelus elus tanganya.

“Kenapa semenjak gua pindah sekolah kesini lo berubah, lo susah banget dihubungi, gua juga susah ketemu ama lo, kenapa lo ngindar terus dari gua dan yang paling bikin gua sakit hati kenapa lo tiba tiba mutusin hubungan kita tanpa sebab. Kalau gua punya salah tolong ngomong dunds Yen..?” Tanya Devly sewot.

Yeyen terdiam dan menundukan kepalanya.” kenapa tiba tiba gua pengen nangis kegh gini” ucap Yeyen dalam hati.

“Yen tolong jawab pertanyaan gua.“

“Gua kan udah bilang, gua udah gak suka lagi ma lo!” jawab Yeyen sambil menahan tangisan.

“Tapi kenapa tiba tiba gitu, kalau gua punya salah yang udah bener bener nyakitin hati lo, gua minta maaf.”

“Kalau kamu ingin tahu sebenernya aku masih sayang sama kamu tapi sekarang aku gak bisa, karena Beby juga suka sama kamu dan aku bingung Dev, aku sayang ma kamu tapi aku juga gak mau ngeliat Beby sedih.” kata Yeyen dalam hati.

“Kenapa lo diem aja..? lo masih saying kan ama gua, Yen..!”

Yeyen menarik napas panjang.” Gua suka ma cowok lain.”

Degs ..! Devly terlihat kaget dan terdiam sejenak mendengar jawaban Yeyen.” O….! jadi karena itu.” Mata Yeyen terlihat memerah menahan tangisan.

“Ya, sekarang lo puas!” Kata Yeyen dan langsung pergi meninggalkan Devly sambil mengeluarkan air mata yang dari tadi ingin dikeluarkanya.

Devly masih terlihat kaget dan masih diam.

Yeyen berlari menuju lapangan olahraga sambil mengelap air matanya.

“Itu Yeyen!” Ucap Ghes sambil menunjuk kearah Yeyen.

“Yen kogh lama banget ke toiletnya, jangan jangan lo tidur ya?” Ucap Mila jail.

Yeyen hanya tersenyum. Beby memperhatikan wajah Yeyen,

“Kamu habis nangis ya Yen?” Ceplos Beby dan yang lain pun langsung menatap wajah Yeyen.

“Kagak, emang keliatan abis nangis gitu?” Kata Yeyen seperti yang tak terjadi apa apa.

“Ya, soalnya mata loe keliatan merah sih!” Ucap Beby.

“Tadi gua kelilipan jadinya mata gua merah kayak gini” Kata Yeyen sambil tersenyum.

“O………!” Kata Beby singkat, dan mereka pun langsug melanjutkan perbincangannya tanpa menghiraukan kembali mata Yeyen. Beberapa menit kemudian Yeyen bertanya pada Beby.

“Beb.., lo bener bener suka ya sama Devly?” Tanya Yeyen pelan.

“Yups, gua suka pada pandangan pertama,”. Jawab Beby sambil tertawa kecil,

“O………! Kenapa..?” Tanya Beby bernada polos.

“Gak kenapa napa kogh!” Ucap Yeyen sambil tersenyum.

“Loh kogh?” Yeyen terlihat bingung. Cukup lama mereka istirahat dan bel masuk pun berbunyi.

Tennggggggggg “Bel udah bunyi tuh, masuk yuk!” ucap Yeyen.

Mereka pun pergi menuju kelasnya, Beby terlihat bahagia sedangkan Yeyen terlihat murung dan semangat belajarnya menghilang.

****

13.45 tandanya kegiatan belajar telah selesai dan murid murid pun berhamburan keluar sekolah untuk pulang kerumahnya masing masing.

“Gua deg degan.” Ucap Beby sambil memasukan buku pelajaran ke dalam tasnya.

“Semangat Beb” Ucap Mila.

“Kita bakalan nemeni lo kogh, ya kan Yen!” Kata Ghes sambil melihat Yeyen yang hanya tersenyum melihatnya.

“Apa yang harus aku lakukan?” ucap Yeyen dalam hati.

“Ya udah kita langsung ketaman aja!” Ajak Ghes pada Beby dan yang lainya, dan merekapun langsung pergi, karena jaraknya tak terlalu jauh mereka pun telah sampai di taman.

“Guys gua rapi gak? Gua grogi nih!” Ucap Beby yang tak bisa diam.

“Sip, tenang aja kita bakalan ada nemenin lo,” ucap Mila menenangkan Beby.

“Eh Devly udah dateng tuh..!” Ucap Ghes dan pandangan merekapun menuju Devly begitu pula pandangan Yeyen.

“Ya tuhan kuatkan hati hamba!” kata Yeyen dalam hati.

“Beb bururan pergi!” kata Ghes sambil mendorong Beby.

Beby pun pergi menemui Devly, dan akhirnya mereka berdua bertemu.

“Hai Dev..?” Ucap Beby mendahului pembicaraan.

Devly tersenyum jutek,” Lo mau ngomong apa ma gua?” Ucap Devly sambil melihat keadaan sekitar, secara tidak disengaja Devly melihat Yeyen dan yang lain sedang memperhatikan mereka di dekat semak semak yang jaraknya tak jauh dari air mancur. Yeyen dan yang lainya terlihat kaget dan merekapun bersembunyi kecuali Yeyen yang masih kaget tapi Ghes langsung menarik Yeyen untuk bersembunyi.

“Kenapa Dev?” Tanya Beby.

“Ah gak apa apa.” Jawab Devly sambil tersenyum dan tiba tiba sikap Devly menjadi berubah yang tadinya jutek sekarang jadi ramah.” Tadi lo mau ngomong apa ya?” Tanya Devly sambil tersenyum pada Beby.

“Devly ganteng banget, apalagi kalo senyum!” ucap Beby dalam hati.

“Hei, ko ngelamun gitu?” ucap Devly sambil melambaikan tangannya di depan wajah Beby.

“O …! sory sory, ini gua, emmmm !!!!!”

“Gua suka ama lo !” Ucap Beby tanpa basa basi.

Beby terkaget,”Serius lo suka ama gua..!

“Ya!” Ucap Devly singkat yang langsung memeluk Beby.” Yeyen maafin gua tapi gua juga gak mau sakit ati cuma gara gara lo!” ucap Devly dalam hati.

Di sebrang sana terlihat Mila, Ghes bahagia sedangkan Yeyen terlihat sedih.

“Beby dipeluk!” Kata Ghes gembira pada Mila.

“Kenapa gua jadi lemes gini..! kenapa tulang dikaki gua terasa hilang, kenapa mata gua jadi terasa panas gini, kenapa???” ucap Yeyen dalam hati dengan keadaan mata yang berkaca kaca. Tiba tiba Yeyen berlari meninggalkan mereka,

“Ghes.., Yeyen mau kemana tu ?” Tanya Mila pada Ghes.

“Ya mana gua tau!”

“Kejar yuk,“ Ajak Mila yang langsung lari mengejar Yeyen lalu diikuti Ghes.

“Yeyen kemana Mil?” Tanya Ghes sambil melihat keadaan sekitar mencari cari Yeyen.

“Gak tau, gua bbm aja ya!” Saat Mila mengambil ponsel dari dalam tasnya tiba tiba smartphonenya  berbunyi dan dilihat Yeyen mengirimkan pesan bbm.

“Mil, sory gua pulang duluan coz gua sakit perut.”

“Ok gak apa apa ko.” nanti gua kesana ya. Balas bbm Mia buat Yeyen.

“Yeyen pulang duluan katanya dia sakit perut.” Ucap Mila.

“Kogh lo tau?” Tanya Ghes

“Barusan dia bbm gua.” Timpal Mila

“O…..! tinggal kita berdua dong! makan yuk gua laper nih.”

“Ok  !!!”.

Di tempat yang berbeda, Yeyen sedang menangis sambil duduk lemas.

“Kenapa hati ini sakit, padahal seharusnya gua seneng dengan semuanya, kenapa, kenapa ?” Yeyen menaikin napas panjang sambil mengelap air mata yang tak henti mangalir dimatanya.

“Yeyen, sebentar lagi lo ujian dan setelah lulus lo bisa pergi keluar kota dan tak  melihat mereka lagi, tenang dan terus semangat”. Ucap Yeyen sambil menyemangati dirinya sendiri.

Bersambung……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s