Cerpen Anak

Warbana atau Warung Baca Anak, ini saya namakan sedemikian rupa sehingga mempermudah buat adik-adik sekalian yang selalu ingin membaca cerita-cerita anak selalu mengingat bahawa bukan saja ada warung buat makan, tapi warung untuk membaca cerita-cerita anak dengan menonjolkan kelucuan, kerja keras dan kemandirian, semua ada di sini dan dapat mengingatnya dengan mudah. Tentu saja dengan tujuan agar anak-anak Indonesia menjadi bangsa yang besar dan jauh dari Buta Huruf.

Buat yang mempunyai adik-adik yang masih kecil, atau anak dan tak lupa juga  ponakan, ajaklah mereka untuk membaca cerita-cerita anak di sini. Berikut ini akan ada 2 karya terbaik buat adik-adik sekalian yang saya persembahkan agar selalu taat dan giat belajar. Selamat Membaca.

SEMUT DAN BELALANG

Siang hari pada suatu akhir musim gugur. Satu keluarga semut yang telah bekerja keras sepanjang musim panas untuk mengumpulkan makanannya. Mengeringkan butiran-butiran gandum yang telah mereka kumpulkan selama musim panas.

Saat itu nampaklah seekor belalang yang kelaparan, dengan sebuah biola di tangannya datang dan memohon dengan sangat agar keluarga semut mau memberikan sedikit makan untuk dirinya.

“Apa!” teriak sang Semut dengan terkejut, “tidakkah kamu telah mengumpulkan dan menyiapkan makanan untuk musim dingin yang akan datang ini? Selama ini apa saja yang kamu lakukan sepanjang musim panas?”

“Saya tidak mempunyai waktu untuk mengumpulkan makanan,” keluh sang Belalang; “Saya sangat sibuk membuat lagu, dan sebelum saya sadari, musim panas pun telah berlalu.”

Semut tersebut kemudian mengangkat bahunya karena merasa gusar.

“Membuat lagu katamu ya?” kata sang Semut, “Baiklah, sekarang setelah lagu tersebut telah kamu selesaikan pada musim panas, sekarang saatnya kamu menari!”

Kemudian semut-semut tersebut membalikkan badan dan melanjutkan pekerjaan mereka tanpa memperdulikan sang Belalang lagi.

#Ada saatnya untuk bekerja dan ada saatnya untuk bermain#

SEEKOR BERUANG DAN DUA ORANG PENGEMBARA

Dua orang berjalan mengembara bersama-sama melalui sebuah hutan yang lebat. Saat itu tiba-tiba muncul seekor beruang yang sangat besar keluar dari semak-semak di dekat mereka.

Salah satu pengembara, hanya memikirkan keselamatannya dan tidak menghiraukan temannya, memanjat ke sebuah pohon yang berada dekat dengannya.

Pengembara yang lain, merasa tidak dapat melawan beruang yang sangat besar itu sendirian, melemparkan dirinya ke tanah dan berbaring diam-diam, seolah-olah dia telah meninggal. Dia sering mendengar bahwa beruang tidak akan menyentuh hewan atau orang yang telah meninggal.

Temannya yang berada di pohon tidak berbuat apa-apa untuk menolong temannya yang berbaring. Entah hal ini benar atau tidak, beruang itu sejenak mengendus-endus di dekat kepalanya, dan kelihatannya puas bahwa korbannya telah meninggal, beruang tersebutpun berjalan pergi.

Pengembara yang berada di atas pohon kemudian turun dari persembunyiannya.

“Kelihatannya seolah-olah beruang itu membisikkan sesuatu di telingamu,” katanya. “Apa yang di katakan oleh beruang itu”

“Beruang itu berkata,” kata pengembara yang berbaring tadi, “Tidak bijaksana berjalan bersama-sama dan berteman dengan seseorang yang membiarkan dan tidak menghiraukan temannya yang berada dalam bahaya.”

Kemalangan dapat menguji sebuah persahabatan
Sudut Kamar Bisu 03:15

Gimana ceritanya menurut kalian…?
So, tunggu cerita-cerita menarik yang lebih seru lagi minggu depan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s